• Email Address

    humas@iaidu-asahan.ac.id

Berita

17 Desember 2025

Perluas Jejaring Global, IAIDU Asahan Jajaki Kerja Sama PPL dan Magang di Idrissi International School Malaysia

 

Shah Alam, 12 Desember 2025 — Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kegiatan benchmarking ke Sekolah Antarabangsa Idrissi (Idrissi International School) di Bukit Jelutong, Shah Alam, Selangor, Malaysia, Jumat (12/12/2025). Kunjungan ini tidak hanya difokuskan pada studi tata kelola pendidikan, tetapi juga menjadi momentum strategis penjajakan kerja sama akademik, khususnya dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan program magang bagi mahasiswa IAIDU Asahan.

Idrissi International School dipilih sebagai mitra potensial karena dinilai berhasil mengintegrasikan kurikulum internasional dengan penguatan nilai-nilai Islam, manajemen pendidikan modern, serta pengembangan karakter peserta didik. Model pendidikan tersebut dinilai relevan dengan visi IAIDU Asahan dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, profesional, dan memiliki wawasan global.

Delegasi IAIDU Asahan dalam kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Surono ZR, MMLS., Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni. Turut serta Dr. H. Syahrul Nasution, S.H.I., M.A., Dekan Fakultas Syariah IAIDU Asahan, serta Eko Priadi, S.H.I., S.H., M.H., CIIQA, Kepala Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) IAIDU Asahan.

Kedatangan delegasi IAIDU Asahan disambut langsung oleh Ustadz Muhammad Hafizi Mihzan, Group Manager Islamic Affairs & Education dari Gains Education Group Sdn. Bhd., perusahaan pendidikan yang menaungi Idrissi International School. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, mencerminkan kesamaan visi dalam pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi mutu dan masa depan.

Dalam sesi diskusi resmi, kedua pihak secara khusus membahas peluang kerja sama dalam penyelenggaraan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan program magang internasional bagi mahasiswa IAIDU Asahan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam lingkungan sekolah internasional, sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogik, profesionalisme, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta pemahaman praktik pendidikan Islam global.

Wakil Rektor II IAIDU Asahan, Dr. Surono ZR, MMLS., menyatakan bahwa penjajakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan link and match antara dunia akademik dan praktik pendidikan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa IAIDU Asahan dalam PPL dan magang di sekolah internasional akan memberikan nilai tambah signifikan terhadap kualitas lulusan.

“Melalui program PPL dan magang internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar dan manajerial, tetapi juga dibekali wawasan global, etos kerja profesional, serta kemampuan adaptasi di lingkungan multikultural. Ini sejalan dengan arah pengembangan pendidikan tinggi Islam yang berdaya saing internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Muhammad Hafizi Mihzan menyambut baik gagasan kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan Gains Education Group Sdn. Bhd. untuk menindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret. Ia menilai mahasiswa IAIDU Asahan memiliki potensi untuk berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran, penguatan pendidikan Islam, serta program pendampingan peserta didik di Idrissi International School.

Selain membahas program PPL dan magang, pertemuan juga menyinggung peluang kerja sama lanjutan di bidang riset pendidikan, pengembangan kurikulum, pertukaran praktik terbaik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Delegasi IAIDU Asahan juga melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas pembelajaran dan sistem pendidikan yang diterapkan Idrissi International School.

Kegiatan benchmarking dan penjajakan kerja sama ini menegaskan komitmen IAIDU Asahan untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional yang berdampak nyata bagi pengembangan institusi dan mahasiswa. Melalui langkah strategis tersebut, IAIDU Asahan berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan keilmuan Islam, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di tingkat global.

Baca Selengkapnya

17 Desember 2025

Dorong Penguatan Hukum Islam di Nusantara, USAS Malaysia dan IAIDU Asahan Gelar ICOIL 2025

 

Kuala Kangsar, 11 Desember 2025 – Universiti Sultan Azlan Shah (USAS) Perak, Malaysia, bekerja sama dengan Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan, Indonesia, menyelenggarakan 1st International Conference on Islamic Law (ICOIL) 2025 di Auditorium USAS, Kuala Kangsar. Kegiatan ini turut menggandeng Jabatan Kehakiman Syariah Negeri Perak (JKSN Perak) dan Yayasan Dakwah Islamiyah Malaysia (YADIM) Negeri Perak sebagai mitra strategis.

Mengangkat tema “Memperkasa Perundang-undangan Islam di Nusantara”, konferensi ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan para pakar hukum, peneliti, akademisi, dan aparatur kehakiman syariah dari Malaysia dan Indonesia untuk membahas dinamika regulasi, tantangan yuridis, serta prospek penguatan hukum Islam di kawasan serumpun.

Kegiatan ICOIL 2025 ini dihadiri ratusan peserta dari beragam latar belakang, mulai dari civitas akademika USAS, para hakim Mahkamah Syariah, peguambela dan peguam syar’ie Negeri Perak, hingga mahasiswa pascasarjana dari berbagai institusi. Tingginya partisipasi mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap upaya memperkuat hukum Islam sebagai bagian dari arsitektur hukum modern di Nusantara.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Prof. Madya Dr. Anas bin Md. Yusof, Timbalan Naib Canselor (Pentadbiran & Kewangan) USAS. Dalam sambutannya, ia menegaskan perlunya penguatan kolaborasi riset dan pengembangan ilmu hukum antarnegara. Menurutnya, ICOIL 2025 menjadi momentum strategis bagi kedua negara untuk merespons isu kontemporer hukum Islam, termasuk tantangan harmonisasi regulasi dan modernisasi kelembagaan kehakiman syariah di Asia Tenggara.

Acara dilanjutkan dengan sesi ucaptama yang menghadirkan dua Keynote Speakers dari Malaysia dan Indonesia yang membahas isu strategis perkembangan hukum Islam di kedua negara. Ucaptama pertama disampaikan oleh Dato’ Mohd. Amran bin Mat Zin, Ketua Pengarah merangkap Ketua Hakim Syar’ie Jabatan Kehakiman Syariah Malaysia (JKSM), yang mengetengahkan tajuk “Cabaran dan Pemerkasaan Undang-Undang Islam di Malaysia”. Dalam pemaparannya, Dato’ Amran menekankan urgensi harmonisasi antara undang-undang sivil dan syariah, serta perlunya penguatan kelembagaan peradilan syariah melalui reformasi hukum yang adaptif terhadap dinamika masyarakat Muslim kontemporer.
 
Selanjutnya, Dr. Surono Zamroni, MMLS., Wakil Rektor II IAIDU Asahan, menyampaikan ucaptama kedua bertajuk “Cabaran dan Pemerkasaan Undang-Undang Islam di Indonesia”. Ia menyoroti tantangan pluralisme hukum, perubahan lanskap legislasi nasional, dan peran strategis fatwa serta peradilan agama dalam membangun sistem hukum Islam yang lebih progresif, responsif, dan berkeadilan.

Kedua ucaptama tersebut memperlihatkan keselarasan arah pengembangan hukum Islam antara Malaysia dan Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam memperkuat perangkat regulatif di kawasan Nusantara.
Selanjutnya, kegiatna dilanjutkan dengan sesi panel ICOIL 2025 yang menghadirkan tiga pakar hukum syariah dari Malaysia dan Indonesia, yakni Dato’ Abdul Rahman Thobroni bin Mohd Mansor, Ketua Hakim Syar’ie Jabatan Kehakiman Syariah Negeri Perak; Dr. Zul Qarnain bin Lukman, seorang Peguambela, Peguamcara, sekaligus Peguam Syar’ie; serta Dr. H. Syahrul Nasution, S.H.I., M.A., Dekan Fakultas Syariah IAIDU Asahan. 

Dipandu oleh Dr. Zul Kifli bin Hussin (USAS), diskusi panel mengulas perkembangan mutakhir perundang-undangan Islam, tantangan normatif dan yuridis dalam implementasi hukum syariah, serta prospek kolaborasi riset di antara institusi Malaysia dan Indonesia. Sesi interaktif tersebut mendapatkan respons antusias karena menawarkan perspektif komparatif yang kaya dan relevan dengan kebutuhan reformasi hukum Islam di kawasan.

Setelah sesi panel, konferensi berlanjut ke Parallel Session yang diikuti puluhan pemakalah dari Malaysia dan Indonesia, baik secara luring maupun daring. Berbagai kajian mutakhir tentang hukum Islam, peradilan syariah, ekonomi syariah, dan regulasi nasional dipresentasikan secara mendalam.

Salah satu pemakalah yang hadir secara langsung di Auditorium USAS adalah Eko Priadi, S.H.I., S.H., M.H., CIIQA, Kepala Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BP2M) IAIDU Asahan. Ia membentangkan makalah berjudul “Revitalisasi Fatwa MUI dalam Menjawab Tantangan Hukum Islam di Indonesia: Integrasi Antara Fatwa & Peraturan Perundang-undangan”, yang menyoroti urgensi reposisi fatwa dalam arsitektur regulasi nasional agar lebih responsif terhadap kebutuhan dan tantangan hukum kontemporer. Pemaparan tersebut mendapatkan perhatian peserta karena menawarkan perspektif analitis mengenai sinergi antara otoritas fatwa dan pembentukan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum Indonesia. 

Selain itu, sejumlah dosen Fakultas Syariah IAIDU Asahan lainnya turut berpartisipasi sebagai pemakalah melalui platform daring, menyampaikan penelitian mengenai hukum Islam, ekonomi syariah, peradilan agama, serta dinamika regulasi di Indonesia. Kehadiran para akademisi tersebut memperkaya diskursus ilmiah dan menegaskan kontribusi aktif IAIDU Asahan dalam pengembangan studi hukum Islam di tingkat regional.

ICOIL 2025 diharapkan menjadi fondasi bagi penyelenggaraan konferensi ilmiah tahunan yang mampu memperluas jejaring riset dan memperkuat kontribusi akademik dalam bidang perundang-undangan Islam. Melalui keterlibatan aktif para akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dari dua negara serumpun, konferensi ini diyakini dapat mendorong inovasi keilmuan, mempercepat pembaruan regulatif, dan memperkuat kapasitas kelembagaan hukum Islam di Malaysia dan Indonesia. Dengan demikian, ICOIL 2025 tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga motor penggerak kolaborasi strategis dalam pengembangan hukum Islam di kawasan Nusantara.

Baca Selengkapnya

17 Desember 2025

Membangun Kerjasama Strategis di Kementerian Agama RI Jakarta, 9 Desember 2025

Dalam rangka memperkuat sinergi serta mencari solusi atas berbagai problematika kampus, tiga pimpinan perguruan tinggi Islam di Sumatera Utara melakukan pertemuan strategis di Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh Rektor IAIDU Asahan Kisaran, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian, S.H., S.Pd.I., M.H, Rektor IJM Langkat Dr. Muhammad Saleh, S.H.I., M.A, serta Ketua STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I.

Dalam audiensi tersebut, Rektor IAIDU Asahan memaparkan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi hambatan kinerja kampus, terutama terkait pengurusan KIP Kuliah dan informasi teknis mengenai keterlambatan fasilitas sarana. Beliau menegaskan bahwa ketepatan informasi dan kecepatan pelayanan menjadi kebutuhan penting agar mahasiswa tidak dirugikan.

Senada dengan itu, Rektor IJM Langkat, Dr. Muhammad Saleh, menyoroti persoalan bencana yang menimpa beberapa kampus, khususnya kerusakan sarana akibat banjir. Ia menanyakan pola penanganan dan peluang bantuan yang dapat diberikan oleh pihak Kementerian Agama guna mempercepat pemulihan sarana prasarana pendidikan.

Sementara itu, Ketua STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara, Dr. Mursal Aziz, mengemukakan keluhan terkait ketidakmerataan penerimaan KIP Kuliah di institusinya yang selama ini tidak pernah mendapatkan kuota. Beliau berharap adanya evaluasi dan perhatian lebih dari pemerintah agar akses pendidikan tetap setara bagi seluruh mahasiswa.

Pihak Kementerian Agama merespons seluruh aspirasi tersebut dengan baik. Dalam kesempatan itu, mereka memberikan sejumlah solusi teknis dan memastikan adanya jalur koordinasi langsung melalui kontak pejabat terkait apabila ke depannya terdapat proses yang tidak merespons atau mengalami keterlambatan.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi Islam, memperkuat kolaborasi antar kampus, serta memastikan keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan mutu dan akses pendidikan bagi seluruh mahasiswa.

Baca Selengkapnya

17 Desember 2025

IAIDU Asahan Gelar Studi Banding RPL ke Universitas Muslim Nusantara


Medan,10 Desember 2025, Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan melaksanakan kunjungan studi banding terkait pelaksanaan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) ke Universitas Muslim Nusantara (UMN) Medan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, serta menjadi ajang pertukaran pengalaman dalam pengelolaan RPL di Perguruan Tinggi.


Rombongan IAIDU Asahan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kurikulum dan Penjaminan Mutu Buya Dr. Saiful Ahyar, S.Ag., M.A. dan didampingi oleh jajaran pimpinan, antara lain Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. H. Zainal Abidin, S.Ag., M.M., Ketua Prodi S1 PAI Dr. Kenny Agusto Arie Wibowo, M.Pd., Ketua Prodi S1 HKI Dr. Zaleha, S.Ag., S.H., M.A., Kepala BPM IAIDU Asahan Nikmah Lubis, S.I.Kom., M.A., serta Staff Bidang Akademik Azija Ashrafi’ah, A.Md.


Setibanya di kampus UMN, rombongan disambut langsung oleh Rektor UMN Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Sy., Wakil Rektor I Prof. Dr. Anwar Saddad, M.Hum., Kepala Biro Samsul Bahri, S.E., serta Tim RPL UMN. Sambutan hangat tersebut menunjukkan komitmen UMN dalam menjalin kerja sama antarlembaga demi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.


Dalam pertemuan resmi yang digelar di ruang senat UMN, kedua institusi berdiskusi mengenai strategi pengembangan RPL, mekanisme penilaian, penyusunan portofolio mahasiswa, serta tantangan implementasi di perguruan tinggi keagamaan. Pihak UMN memaparkan praktik baik (best practice) yang telah mereka jalankan, sementara IAIDU Asahan menyampaikan progres serta rencana penguatan pelaksanaan RPL di kampus.


Buya Dr. Saiful Ahyar dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa studi banding ini menjadi langkah penting bagi IAIDU untuk memperkuat tata kelola akademik, khususnya pada layanan RPL yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. “Kami berharap kerja sama dan diskusi ini memberi percepatan bagi IAIDU Asahan dalam menghadirkan layanan RPL yang berkualitas dan sesuai regulasi,” ujarnya.


Sementara itu, Rektor UMN Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Sy. menyambut baik kedatangan rombongan IAIDU Asahan dan menegaskan bahwa UMN selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi. “Kolaborasi seperti ini sangat penting agar perguruan tinggi terus berkembang dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cenderamata, diikuti dengan tur singkat ke beberapa ruangan pelayanan akademik UMN.


Melalui kunjungan ini, IAIDU Asahan berharap dapat semakin memperkuat implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau sebagai bentuk layanan akademik yang memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan berdasarkan pengalaman belajar sebelumnya.

Baca Selengkapnya

15 Desember 2025

Dorong Penguatan Hukum Islam di Nusantara, USAS Malaysia dan IAIDU Asahan Gelar ICOIL 2025

Kuala Kangsar, 11 Desember 2025 – Universiti Sultan Azlan Shah (USAS) Perak, Malaysia, bekerja sama dengan Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan, Indonesia, menyelenggarakan 1st International Conference on Islamic Law (ICOIL) 2025 di Auditorium USAS, Kuala Kangsar. Kegiatan ini turut menggandeng Jabatan Kehakiman Syariah Negeri Perak (JKSN Perak) dan Yayasan Dakwah Islamiyah Malaysia (YADIM) Negeri Perak sebagai mitra strategis.

Mengangkat tema “Memperkasa Perundang-undangan Islam di Nusantara”, konferensi ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan para pakar hukum, peneliti, akademisi, dan aparatur kehakiman syariah dari Malaysia dan Indonesia untuk membahas dinamika regulasi, tantangan yuridis, serta prospek penguatan hukum Islam di kawasan serumpun.

Kegiatan ICOIL 2025 ini dihadiri ratusan peserta dari beragam latar belakang, mulai dari civitas akademika USAS, para hakim Mahkamah Syariah, peguambela dan peguam syar’ie Negeri Perak, hingga mahasiswa pascasarjana dari berbagai institusi. Tingginya partisipasi mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap upaya memperkuat hukum Islam sebagai bagian dari arsitektur hukum modern di Nusantara.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Prof. Madya Dr. Anas bin Md. Yusof, Timbalan Naib Canselor (Pentadbiran & Kewangan) USAS. Dalam sambutannya, ia menegaskan perlunya penguatan kolaborasi riset dan pengembangan ilmu hukum antarnegara. Menurutnya, ICOIL 2025 menjadi momentum strategis bagi kedua negara untuk merespons isu kontemporer hukum Islam, termasuk tantangan harmonisasi regulasi dan modernisasi kelembagaan kehakiman syariah di Asia Tenggara.

Acara dilanjutkan dengan sesi ucaptama yang menghadirkan dua Keynote Speakers dari Malaysia dan Indonesia yang membahas isu strategis perkembangan hukum Islam di kedua negara. Ucaptama pertama disampaikan oleh Dato’ Mohd. Amran bin Mat Zin, Ketua Pengarah merangkap Ketua Hakim Syar’ie Jabatan Kehakiman Syariah Malaysia (JKSM), yang mengetengahkan tajuk “Cabaran dan Pemerkasaan Undang-Undang Islam di Malaysia”. Dalam pemaparannya, Dato’ Amran menekankan urgensi harmonisasi antara undang-undang sivil dan syariah, serta perlunya penguatan kelembagaan peradilan syariah melalui reformasi hukum yang adaptif terhadap dinamika masyarakat Muslim kontemporer.
 
Selanjutnya, Dr. Surono Zamroni, MMLS., Wakil Rektor II IAIDU Asahan, menyampaikan ucaptama kedua bertajuk “Cabaran dan Pemerkasaan Undang-Undang Islam di Indonesia”. Ia menyoroti tantangan pluralisme hukum, perubahan lanskap legislasi nasional, dan peran strategis fatwa serta peradilan agama dalam membangun sistem hukum Islam yang lebih progresif, responsif, dan berkeadilan.

Kedua ucaptama tersebut memperlihatkan keselarasan arah pengembangan hukum Islam antara Malaysia dan Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam memperkuat perangkat regulatif di kawasan Nusantara.
Selanjutnya, kegiatna dilanjutkan dengan sesi panel ICOIL 2025 yang menghadirkan tiga pakar hukum syariah dari Malaysia dan Indonesia, yakni Dato’ Abdul Rahman Thobroni bin Mohd Mansor, Ketua Hakim Syar’ie Jabatan Kehakiman Syariah Negeri Perak; Dr. Zul Qarnain bin Lukman, seorang Peguambela, Peguamcara, sekaligus Peguam Syar’ie; serta Dr. H. Syahrul Nasution, S.H.I., M.A., Dekan Fakultas Syariah IAIDU Asahan. 

Dipandu oleh Dr. Zul Kifli bin Hussin (USAS), diskusi panel mengulas perkembangan mutakhir perundang-undangan Islam, tantangan normatif dan yuridis dalam implementasi hukum syariah, serta prospek kolaborasi riset di antara institusi Malaysia dan Indonesia. Sesi interaktif tersebut mendapatkan respons antusias karena menawarkan perspektif komparatif yang kaya dan relevan dengan kebutuhan reformasi hukum Islam di kawasan.

Setelah sesi panel, konferensi berlanjut ke Parallel Session yang diikuti puluhan pemakalah dari Malaysia dan Indonesia, baik secara luring maupun daring. Berbagai kajian mutakhir tentang hukum Islam, peradilan syariah, ekonomi syariah, dan regulasi nasional dipresentasikan secara mendalam.

Salah satu pemakalah yang hadir secara langsung di Auditorium USAS adalah Eko Priadi, S.H.I., S.H., M.H., CIIQA, Kepala Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BP2M) IAIDU Asahan. Ia membentangkan makalah berjudul “Revitalisasi Fatwa MUI dalam Menjawab Tantangan Hukum Islam di Indonesia: Integrasi Antara Fatwa & Peraturan Perundang-undangan”, yang menyoroti urgensi reposisi fatwa dalam arsitektur regulasi nasional agar lebih responsif terhadap kebutuhan dan tantangan hukum kontemporer. Pemaparan tersebut mendapatkan perhatian peserta karena menawarkan perspektif analitis mengenai sinergi antara otoritas fatwa dan pembentukan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum Indonesia. 

Selain itu, sejumlah dosen Fakultas Syariah IAIDU Asahan lainnya turut berpartisipasi sebagai pemakalah melalui platform daring, menyampaikan penelitian mengenai hukum Islam, ekonomi syariah, peradilan agama, serta dinamika regulasi di Indonesia. Kehadiran para akademisi tersebut memperkaya diskursus ilmiah dan menegaskan kontribusi aktif IAIDU Asahan dalam pengembangan studi hukum Islam di tingkat regional.

ICOIL 2025 diharapkan menjadi fondasi bagi penyelenggaraan konferensi ilmiah tahunan yang mampu memperluas jejaring riset dan memperkuat kontribusi akademik dalam bidang perundang-undangan Islam. Melalui keterlibatan aktif para akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dari dua negara serumpun, konferensi ini diyakini dapat mendorong inovasi keilmuan, mempercepat pembaruan regulatif, dan memperkuat kapasitas kelembagaan hukum Islam di Malaysia dan Indonesia. Dengan demikian, ICOIL 2025 tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga motor penggerak kolaborasi strategis dalam pengembangan hukum Islam di kawasan Nusantara.

Baca Selengkapnya

30 November 2025

IAIDU Asahan dan UIN Sumatera Utara Resmi Tandatangani MoU: Perkuat Kolaborasi dan Mutu Pendidikan Islam

Asahan, 27 November 2025 — Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan menyelenggarakan Rapat Kerja dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), pada Kamis, 27 November 2025 bertempat di Aula Rapat IAIDU Asahan. Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi, Integrasi, dan Penguatan Mutu Pendidikan Islam yang Unggul dan Berdaya Saing.”

Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat hubungan kelembagaan, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan mutu kelembagaan.

Rektor IAIDU Asahan, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian, S.H., S.Pd.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting bagi IAIDU dalam mempercepat penguatan kualitas akademik dan daya saing perguruan tinggi. Kolaborasi dengan UIN Sumatera Utara diharapkan dapat membuka ruang inovasi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, serta penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah.

Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas sambutan IAIDU Asahan dan menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bentuk komitmen UIN SU dalam membangun sinergi pendidikan Islam di Sumatera Utara. Pihak UIN SU menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global.

Rangkaian kegiatan rapat kerja juga diisi dengan diskusi perumusan program bersama yang akan menjadi implementasi awal dari MoU, termasuk perencanaan workshop akademik, peningkatan mutu publikasi jurnal, serta kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua institusi.

Dengan terlaksananya penandatanganan MoU ini, IAIDU Asahan dan UIN Sumatera Utara berkomitmen untuk terus membangun sinergi yang produktif dan berkelanjutan, serta berperan aktif dalam penguatan pendidikan Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Baca Selengkapnya